Iya, aku salah, aku yang terlalu berharap, dan itu yang membuat ku sakit.,sesakit sakitnya, sedalam dalamnya, karena berharap setelah ini aku bisa menikahimu.
Andai aku tak serius, pasti akan kupinta kau menjadi pacarku, tapi karena begitu ku hargainya dirimu bahkan menatapmu pun aku tak mampu, aku memilih bersabar, dan memilih ingin menghalalkanmu, tapi takdir berkata lain, sembari aku berlayar di pulau yang jauh ini, berharap peruntungan yang baik, kabar itu pun datang darimu, bahwa kau akan segera di pinang oleh lelaki idaman bapakmu. Iya, aku bukan siapa siapa, aku hanya lelaki luntang lantung yang mengais rejeki di jalanan, yang sedang berjuang untuk membangun usahanya dari Nol. Apalah aku ini, mungkin hanya aku yang merasakan luka, hanya aku yg merasakan sakit, Apalah aku ini.
No comments:
Post a Comment